pada suatu hari terdapat 3 orang superhero, yaitu batman,spiderman dan superman.
mereka bertiga saling membanggakan diri tentang kehebatannya..
tiba-tiba supermen berkata
S(superman) B(batman) SP(spiderman)
S : hai kalian,bagaimana kalo kita lomba cepat-cepatan menangkap musuh?
B : ok.siapa takut....
SP: siap gan,,
S : ok lah kalo begitu,,sekarang kita mulai. siapa yang paling cepat menangkap musuh di kota seberang,dia lah yang akan menjadi seorang super-super hero...
B dan SP : ok.
kemudian Batman pun memulai duluan aksinya..
tidak lama kemudian batman kembali ke tempat mereka berkumpul tadi
S : gila 30 detik gan,,
SP: sumpe lo??
B : hahaha..kalian lihat kan,gw paling cepat disini
SP: eits....jangan bangga dulu...kita lihat superman beraksi
kemudian giliran superman beraksi...
tidak lama kemudian superman kembali
B : busyet dah cepat kali kau datangnya,cuma 20 detik
S : ya gimana ya...gw g mau sombong akh...(sambil tersenyum-senyum bangga)
SP: jangan senyum-senyum dulu,sekarang giliran gw ni....
S : silahkan gan,,tapi mustahil kayaknya kau mengalahkan gw
dengan penuh emosi,akhirnya spiderman unjuk gigi juga,,,
tak lama berselang, spiderman balik lagi
B : astaganaga,cepat kali kau dah balik....
S : berapa detik dia?(penasaran mode on)
B : 10 detik gan
S : sumpe loh cuma 10 detik?
B : iya gan
S : apa rahasianya kau bisa secepat itu?
SP: rahasia dari mana,gw tadi ketilang polisi tau..makanya gw buru-buru kesini
Suatu hari seorang presiden sebuah negara pergi melihat pameran lukisan-lukisan.
Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya ut menuntunnya.
Presiden : “Wah, lukisan ini bagus. Gambar ikannya bener-bener hidup.”
Ajudan: “Shttt… Jangan keras-keras Pak. Itu gambar buaya.”
Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.
Presiden: “Gambar Gajah ini benar- benar gagah.”
Ajudan: “Shttt… Ojo keras-keras Pak. Itu gambar banteng.”
Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru:
“Wah, sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu nyata anatominya.”
Ajudannya langsung tertegun dan berkata:
“Pssttt…. Jangan keras-keras Pak. Itu cermin!”
Faqih: Eh… Bet! Mana kalimat yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.
Albert: Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!
Faqih: Salah.
Albert: Apaan dong!!!
Faqih: Nggak ada yang bener, anak yatim mana punya ayah…
Albert: @#$%#@
LOMBA ANAK TERBANYAK
Suatu Yayasan Kesejahteraan Keluarga di Indonesia mengadakan lomba banyak-banyakan anak tingkat Internasional. Hasil akhir lomba tersebut di umumkan kepada khalayak penonton yang berada di stadion bola Senayan.
Dipanggilah juara ketiga dengan membawa 50 orang anaknya. “Inilah peserta dari India dengan 50 anak !… penonton pun bergumam “huuu…
Lalu dipanggil juara kedua yaitu peserta dari China dengan membawa 100 orang anaknya. “Penonton sekalian, juara kedua peserta dari China dengan 100 anak !… penonton bergumam lagi “huuu….
Tiba saatnya di Umumkan juara pertama, berjalan dengan pe-de nya sendirian ke tengah stadion. “Juara Pertama dari Indonesia !… Para Juri dan pemirsa TV siaran langsung agak terkejut sebentar (kenapa bisa juara, yah?), tapi kemudian terdengar suara semua penonton di stadion berteriak-teriak “Bapak ! Bapak ! Bapak !…..
PENJAGA REL KERETA API
Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan kereta api. Dia diantar menghadap Pak Banu, kepala bagian, untuk test wawancara.
“Seandainya ada dua kereta api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan kamu lakukan?”, tanya Pak Banu, ingin mengetahui seberapa cekatan Sarjo.
“Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur yang lain,” jawab Sarjo dengan yakin.
“Kalau handle untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan kamu lakukan?”, tanya Pak Banu lagi.
“Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual.”
“Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?”
“Saya akan balik ke pos dan menelpon stasiun terdekat.”
“Kalau telponnya lagi dipakai?”
“Saya akan lari ke telpon umum terdekat?”
“Kalau rusak?”
“Saya akan pulang menjemput kakek saya.”
“LHO?”, tanya Pak Banu heran dengan jawaban Sarjo.
“Karena seumur hidupnya yang sudah 73 tahun, kakek saya belum pernah melihat kereta api tabrakan…”
PELUPA BERAT
Seperti biasanya, andi yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah. “pak, saya ke sekolah dulu ya?” kata andi. “iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! eh,,, celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?” tanya bapaknya. “oh iya! pak, saya lupa pakai celana…” kata andi. “dasar pelupa!” kata bapaknya marah-marah.
Keesokan harinya andi mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin. “pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan,” kata andi. “yakin? lalu buku gambarmu mana?” kata bapaknya mengingatkan. “oh iya! saya lupa pak!” kata andi. “kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?” kata bapaknya sewot.
Keesokan harinya andi minta izin lagi pada bapaknya. “pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak… tidak ada yang lupa lagi…” kata andi dengan nada yakin dan penuh percaya diri. Tiba-tiba “PLAKK!!!” Andi dipukul oleh bapaknya dari belakang. “dasar pelupa! ini hari minggu tahu!”
AROGANSI AMERIKA
Cuplikan percakapan radio antara kapal perang Amerika dan otoritas Rusia.
Rusia: “Harap belokkan kapal Anda 15 derajat ke Selatan untuk menghindari tabrakan.
Amerika: “Lebih baik Anda yang membelok!”
Rusia: “Anda yang harus membelok untuk menghindari tabrakan !”
Amerika: “Saya kapten US Navy. Saya bilang belokkan kapal Anda !!!!”
Rusia: “Tidak. Saya katakan sekali lagi, belokkan kapal Anda !!!”
Amerika: “Ini adalah Aircraft Carrier US Lincoln, kapal kedua terbesar dari Armada Atlantik Amerika Serikat. Kami dilengkapi tiga destroyer, tiga cruiser dan sejumlah kapal pendukung. Saya MINTA Anda belok 15 derajat ke Utara. Sekali lagi saya ulangi 15 derajat ke Utara, atau sebuah tindakan akan dilakukan untuk mengamankan kapal Anda !”
Rusia: “Amerika GOBLOK !!! Ini mercusuar !!!
Pada suatu malam, rumah seorang janda disatroni maling.
Maling : “Pilih mati apa menikmati?”
Janda pun akhirnya pasrah dan digauli oleh maling, hingga akhirnya maling pun tertidur sampai pagi. Dengan cekatan senjata si maling di ambil oleh si janda dan si janda pun balas mengancam.
Janda : “Pilih pulang atau ulang?”
· · · · · · · · · ·
Merasa di perhatikan seperti itu, si cewek tersebut menegur:
Cewek : Ada apa mas, kok ngeliatnya seperti itu? Belum pernah ngeliat cewek bugil apa?!!!
Tukang Becak : Oh nggak mbak… Saya cuman memperhatikan, kira-kira nanti mbak mengeluarkan uangnya dari mana???
“Nak, berapa Ongkosnya?” tanya si kakek.
“Yahh… kalo’ buat kakek biasa saja lah…” jawab si tukang becak.
“Nah biasanya aku nggak pernah bayar…” timpal si kakek polos.
· · · · · · · · · ·
“Sabun mana yang Anda gunakan selama ini?”
Anak kos dengan santai menjawab, “Sabun Baba.”
“Kalau odol, odol mana yang Anda gunakan?”
“Odol Baba,” jawab anak kos.
“Parfum?”
“Parfum Baba.”
“Sampo?”
“Sampo Baba.”
Akhirnya dengan frustrasi si salesman bertanya lagi, “Ok, apakah Baba ini perusahaan lokal atau multinasional karena saya belum pernah dengar? Siapa tahu Anda selama ini memakai produk yang tidak sehat.”
Anak kos itu menjawab, “Bukan perusahaan kok, Mas. Baba itu teman kos saya.”
· · · · · · · · · ·
dua pesakit jiwa
Ada dua pesakit yang dirawat di rumah sakit jiwa sedang menyusun rencana untuk melarikan diri. Mereka merencanakan untuk menggunakan tangga yang akan diletakkan di pintu pagar RSJ tersebut. Rencana itu telah disusun dengan teliti sekali.
Sebelum melarikan diri, diutuslah orang gila pertama untuk melihat situasi di depan. Kemudian dia melaporkan pada orang gila kedua.
Gila 1 : “Aduh, rancangan kita pasti gagal!”
Gila 2 : “Mengapa? Apakah pintu keluar dijaga ketat?”
Gila 1 : “Tidak, sama sekali tidak ada penjaga.”
Gila 2 : “Jadi mengapa?”
Gila 1 : “Karena pintunya tidak ada. Di mana kita akan meletakkan tangganya ?”
· · · · · · · · · ·
Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke kamar kecil. Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak, “Karcisnya, Pak.” Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar kamar kecil. Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun keluar dari kamar kecil.
Para matematikawan merasa kecele. Pulang dari workshop, para matematikawan hanya membeli selembar karcis. Tetapi para engineer tidak membeli karcis selembarpun. Para matematikawan kembali menertawai keanehan pada engineer.
Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar kecil. Dan para matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah satu engineer keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para matematikawan, dan berteriak, “Karcisnya Pak!”