selamat datang

selamat datang di blog ini dan bergabunglah segera
Powered By Blogger

Rabu, 05 Mei 2010

Maling dan Janda

Pada suatu malam, rumah seorang janda disatroni maling.

Maling : “Pilih mati apa menikmati?”

Janda pun akhirnya pasrah dan digauli oleh maling, hingga akhirnya maling pun tertidur sampai pagi. Dengan cekatan senjata si maling di ambil oleh si janda dan si janda pun balas mengancam.

Janda : “Pilih pulang atau ulang?”

· · · · · · · · · ·

Cewek Bugil Naik Becak

Merasa di perhatikan seperti itu, si cewek tersebut menegur:

Cewek : Ada apa mas, kok ngeliatnya seperti itu? Belum pernah ngeliat cewek bugil apa?!!!

Tukang Becak : Oh nggak mbak… Saya cuman memperhatikan, kira-kira nanti mbak mengeluarkan uangnya dari mana???

Bayar Seperti Biasa

“Nak, berapa Ongkosnya?” tanya si kakek.

“Yahh… kalo’ buat kakek biasa saja lah…” jawab si tukang becak.

“Nah biasanya aku nggak pernah bayar…” timpal si kakek polos.

· · · · · · · · · ·

Baba

“Sabun mana yang Anda gunakan selama ini?”

Anak kos dengan santai menjawab, “Sabun Baba.”

“Kalau odol, odol mana yang Anda gunakan?”

“Odol Baba,” jawab anak kos.

“Parfum?”

“Parfum Baba.”

“Sampo?”

“Sampo Baba.”

Akhirnya dengan frustrasi si salesman bertanya lagi, “Ok, apakah Baba ini perusahaan lokal atau multinasional karena saya belum pernah dengar? Siapa tahu Anda selama ini memakai produk yang tidak sehat.”

Anak kos itu menjawab, “Bukan perusahaan kok, Mas. Baba itu teman kos saya.”

· · · · · · · · · ·

dua pesakit jiwa

Ada dua pesakit yang dirawat di rumah sakit jiwa sedang menyusun rencana untuk melarikan diri. Mereka merencanakan untuk menggunakan tangga yang akan diletakkan di pintu pagar RSJ tersebut. Rencana itu telah disusun dengan teliti sekali.

Sebelum melarikan diri, diutuslah orang gila pertama untuk melihat situasi di depan. Kemudian dia melaporkan pada orang gila kedua.

Gila 1 : “Aduh, rancangan kita pasti gagal!”

Gila 2 : “Mengapa? Apakah pintu keluar dijaga ketat?”

Gila 1 : “Tidak, sama sekali tidak ada penjaga.”

Gila 2 : “Jadi mengapa?”

Gila 1 : “Karena pintunya tidak ada. Di mana kita akan meletakkan tangganya ?”

· · · · · · · · · ·

Ilmu Karcis

Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke kamar kecil. Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak, “Karcisnya, Pak.” Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar kamar kecil. Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun keluar dari kamar kecil.

Para matematikawan merasa kecele. Pulang dari workshop, para matematikawan hanya membeli selembar karcis. Tetapi para engineer tidak membeli karcis selembarpun. Para matematikawan kembali menertawai keanehan pada engineer.

Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar kecil. Dan para matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah satu engineer keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para matematikawan, dan berteriak, “Karcisnya Pak!”

1 komentar: